Banten Lama, Jejak Kejayaan Kesultanan yang Tetap Bercahaya
Masjid Agung Banten, Keraton Surosowan, hingga Benteng Speelwijk menjadi saksi masa ketika Banten adalah pelabuhan dagang internasional yang disegani.

Di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, berdiri kawasan bersejarah yang menjadi pusat Kesultanan Banten pada abad ke-16 hingga ke-19. Pada masa jayanya, Banten adalah bandar dagang ramai yang disinggahi pedagang dari Arab, Gujarat, Tiongkok, hingga Eropa, terutama berkat komoditas lada.
Masjid Agung Banten, Ikon yang Abadi
Masjid Agung Banten dibangun pada masa awal Kesultanan Banten. Atapnya bersusun lima, mencerminkan perpaduan arsitektur Jawa, sementara menaranya yang menjulang menyerupai mercusuar dan menjadi penanda kawasan. Hingga kini, masjid ini ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
Di kompleks masjid terdapat makam para sultan, termasuk Sultan Maulana Hasanuddin, pendiri Kesultanan Banten. Suasana religius terasa kuat, terutama pada bulan-bulan tertentu ketika peziarah berdatangan.
Situs-Situs yang Bercerita
- Reruntuhan Keraton Surosowan, pusat pemerintahan kesultanan
- Keraton Kaibon dengan gerbang bata merahnya yang ikonik
- Benteng Speelwijk peninggalan masa VOC
- Vihara Avalokitesvara, simbol toleransi sejak lama
- Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama
Ruang Belajar Terbuka
Banten Lama adalah kelas sejarah tanpa dinding. Penataan kawasan yang terus dilakukan membuat pengunjung semakin nyaman menjelajah, belajar, dan berfoto. Bagi warga Banten, kawasan ini adalah pengingat bahwa daerahnya pernah, dan akan terus, menjadi pusat peradaban yang terbuka bagi dunia.


